Trantibum Terjaga, Kirangan Tumben Jadi Teladan Keamanan Berbasis Desa Tukum

  • Aug 31, 2025
  • KIM Desa Tukum Mandiri
  • Trantibum

Tukum, KIM – Perayaan Kirangan Tumben (Kirab Gunungan Tukum Biyen) di Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Minggu (31/8/2025) berlangsung aman, tertib, dan meriah. Di balik suksesnya acara jalan sehat berbalut pawai seni budaya itu, hadir Satlinmas, Satgas Keamanan Desa, bersama dukungan TNI dan Polri yang bekerja ekstra menjaga jalannya kegiatan.

Kepala Desa Tukum, Susanto (Cak Santo) menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan dalam pengamanan acara. “Satlinmas dan Satgas Desa hadir tidak hanya untuk mengawal jalannya acara, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama masyarakat Tukum dalam merawat ketertiban dan keamanan (trantibum) sebagai fondasi pembangunan desa. Kehadiran TNI-Polri melengkapi sinergi ini, sehingga acara berjalan lancar dan warga merasa aman,” ujarnya.

Sejak titik start hingga finish di Pendopo Mangundiharjo, petugas keamanan siaga penuh. Satlinmas dan Satgas Desa berjaga di setiap ruas jalan, mengatur arus ribuan peserta jalan sehat, mengawal arak-arakan lima gunungan hasil bumi dari Dusun Pandansari, Pandanwangi, Krajan, Tukum Kidul, dan Munder, serta menjaga pertunjukan kesenian reog lokal agar berlangsung kondusif.

Sementara itu, personel TNI-Polri mendukung penuh dengan mengamankan jalur utama, berkoordinasi dengan aparat desa, dan memastikan seluruh kegiatan terpantau secara menyeluruh. Kehadiran mereka memberi tambahan rasa aman bagi masyarakat sekaligus memperkuat solidaritas antara aparat negara dengan warga desa.

Keterlibatan Satlinmas, Satgas Desa, dan TNI-Polri menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan gerakan kolektif masyarakat bersama negara. Dengan pola pengamanan partisipatif ini, masyarakat merasa lebih tenang dan nyaman menikmati jalannya acara.

Bagi Desa Tukum, keamanan tidak dipandang sebagai kewajiban teknis semata, melainkan modal sosial untuk melaksanakan pembangunan. Tanpa suasana aman, budaya sulit dirayakan, ekonomi tak berkembang, dan persatuan warga bisa rapuh.

“Kirangan Tumben adalah bukti bahwa ketika masyarakat, pemerintah desa, dan aparat negara berjalan beriringan menjaga trantibum, semua bisa berlangsung lancar. Pembangunan itu butuh pondasi, dan pondasi terkuat adalah rasa aman,” tegas Cak Santo.

Dengan keamanan yang terjaga, Kirangan Tumben tidak hanya sukses sebagai perayaan budaya tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa ketertiban adalah kunci utama bagi kemajuan desa. Apa yang ditunjukkan Tukum bisa menjadi teladan bagi desa-desa lain dalam merawat keamanan berbasis partisipasi masyarakat dengan dukungan penuh TNI-Polri. (KIM Tukum Mandiri/Fu)