Seribu Hari Pertama Kehidupan Jadi Investasi Terbaik bagi Masa Depan Anak

  • Jul 08, 2026
  • KIM Tukum Mandiri
  • Kesehatan

Tukum, KIM – Kualitas generasi masa depan sangat ditentukan sejak awal kehidupan. Karena itu, pemenuhan gizi dan pengasuhan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi salah satu materi utama dalam kegiatan koordinasi dan advokasi Program Bangga Kencana yang diselenggarakan Balai KB Kecamatan Tekung di Pendopo Mangundiharjo Desa Tukum, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan yang dihadiri Kepala Desa Tukum, Ketua TP PKK Desa Tukum, serta kader Posyandu tersebut memberikan penguatan kepada peserta mengenai pentingnya peran keluarga dalam mendampingi setiap fase kehidupan, mulai dari balita, remaja, hingga lansia. Selain membahas Bina Keluarga Balita (BKB), peserta juga mendapatkan materi mengenai Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Usaha Peningkatan Pendapatan Akseptor (UPPKA), serta Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).

Ketua TP PKK Desa Tukum, Ny. Hanik Susanto, mengatakan masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan periode emas yang menentukan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta kualitas kesehatan anak hingga dewasa.

"Pemenuhan gizi yang seimbang, pola asuh yang baik, serta perhatian orang tua sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun menjadi investasi terbaik bagi masa depan anak. Karena itu, edukasi kepada keluarga harus terus dilakukan agar anak-anak dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas," katanya.

Menurut Hanik, tantangan keluarga saat ini tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga pendampingan terhadap remaja di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat. Oleh sebab itu, keberadaan BKR dan PIK-R menjadi ruang penting untuk membangun komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak sekaligus memberikan edukasi kepada remaja.

Ia juga mengajak kader Posyandu untuk terus menjadi motor penggerak edukasi di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan koordinasi diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Melalui kolaborasi antara Balai KB, TP PKK, kader Posyandu, dan pemerintah desa, upaya meningkatkan kualitas keluarga di Desa Tukum diharapkan semakin kuat. Dengan keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan gizi, memberikan pengasuhan yang tepat, serta membangun komunikasi yang baik, generasi mendatang akan tumbuh lebih sehat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (KIM Tukum Mandiri/Fe)