Dari Pintu ke Pintu, Petugas Sensus Ekonomi 2026 Bangun Data Berkualitas di Desa Tukum
- Jul 09, 2026
- KIM Tukum Mandiri
- Ekonomi & Sosial
Tukum, KIM – Mengetuk pintu rumah warga, menjelaskan tujuan pendataan, hingga menghadapi penolakan menjadi bagian dari keseharian tujuh petugas Sensus Ekonomi 2026 di Desa Tukum, Kecamatan Tekung. Di balik tugas tersebut, mereka mengemban tanggung jawab menghadirkan data ekonomi yang akurat sebagai fondasi penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Desa Tukum yang memiliki 10.311 penduduk berdasarkan data Pemerintah Desa Tukum menjadi salah satu wilayah pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Pendataan lapangan dilaksanakan secara nasional pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, dengan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) mendatangi responden secara langsung untuk menghimpun data aktivitas ekonomi masyarakat.
Salah seorang petugas sensus, Yeni Oktavia Hermawati, mengatakan setiap petugas mendapat pembagian wilayah dengan target sekitar 600 sasaran pendataan sesuai penugasan yang telah ditetapkan. Pendataan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan komunikasi yang santun, persuasif, dan menghargai waktu masyarakat.
Menurut Yeni, sebagian besar warga menyambut baik kedatangan petugas dan bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan. Namun, tidak sedikit pula petugas menemui warga yang enggan diwawancarai atau merasa pertanyaan yang diajukan cukup banyak.
"Kami memahami setiap warga memiliki kesibukan masing-masing. Karena itu, kami selalu berusaha menjelaskan bahwa informasi yang diberikan bukan untuk kepentingan pajak atau penegakan hukum, melainkan untuk menghasilkan data statistik yang akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan. Kami berharap masyarakat dapat meluangkan sedikit waktu untuk memberikan keterangan yang benar dan lengkap," ujar Yeni, Kamis (9/7/2026).
Sementara itu, Kepala Desa Tukum, Susanto yang akrab disapa Cak Santo, menilai keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat ditentukan oleh sinergi antara petugas dan masyarakat. Menurutnya, data yang akurat akan membantu pemerintah melihat kondisi riil perekonomian desa sehingga program pembangunan dapat disusun sesuai kebutuhan masyarakat.
"Data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang baik pula. Karena itu kami mengajak seluruh warga Desa Tukum menerima petugas sensus dengan terbuka dan memberikan informasi yang benar. Semakin akurat data yang dikumpulkan, semakin tepat pula arah pembangunan dan pemberdayaan ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat," ujar Cak Santo.
Ia menambahkan, Pemerintah Desa Tukum mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan siap memfasilitasi koordinasi apabila petugas menemui kendala selama proses pendataan. Kolaborasi antara pemerintah desa, petugas BPS, dan masyarakat diharapkan mampu menghasilkan data yang valid sebagai dasar pembangunan yang berkelanjutan.
Masyarakat juga diimbau memastikan petugas yang datang merupakan petugas resmi BPS yang dilengkapi kartu identitas dan atribut tugas. Seluruh informasi yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.
Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya bergantung pada kerja keras petugas lapangan, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat memetakan potensi ekonomi desa, menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, serta mendorong pembangunan dan pemberdayaan ekonomi yang semakin berkualitas bagi seluruh warga Desa Tukum. (KIM Tukum Mandiri/Rul)