Dari 6 Menjadi 18 Titik, WiFi Publik Desa Tukum Jangkau Lebih Banyak Masyarakat
- Jun 05, 2026
- KIM Tukum Mandiri
- Infrastruktur
Tukum, KIM – Pemerintah Desa Tukum, Kecamatan Tekung, terus memperkuat pemerataan akses digital dengan menambah 12 titik WiFi publik yang didanai melalui Dana Desa (DD) Earmark Tahap II Tahun 2025. Penambahan tersebut meningkatkan jumlah titik layanan internet dari sebelumnya enam titik menjadi 18 titik yang tersebar di berbagai wilayah desa.
Kepala Desa Tukum, Susanto atau yang akrab disapa Cak Santo, mengatakan bahwa perluasan jaringan internet publik merupakan investasi pembangunan sumber daya manusia yang semakin dibutuhkan di era digital.
“Awalnya kami memiliki enam modem utama. Tahun ini kami menambah 12 sambungan paralel sehingga total ada 18 titik WiFi yang bisa dimanfaatkan masyarakat di berbagai lokasi desa,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, internet saat ini telah menjadi kebutuhan penting yang mendukung berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pendidikan, usaha ekonomi, hingga akses layanan pemerintahan. Karena itu, pemerintah desa berupaya memastikan manfaat teknologi dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh warga.
Penambahan titik WiFi publik tersebut juga menjadi bagian dari strategi mengurangi kesenjangan akses informasi di tingkat desa. Dengan jaringan yang lebih luas, masyarakat dapat memperoleh informasi secara cepat, mengakses layanan digital, hingga meningkatkan kapasitas diri melalui berbagai sumber pengetahuan yang tersedia secara daring.
Manfaat program tersebut mulai dirasakan warga. Salah satunya disampaikan Andik Supratman, warga Desa Tukum, yang mengaku keberadaan WiFi publik sangat membantu aktivitas sehari-hari, terutama untuk kebutuhan pendidikan anak dan akses informasi.
“Sekarang akses internet jauh lebih mudah. Anak-anak bisa belajar dan mengerjakan tugas sekolah tanpa harus mencari jaringan ke tempat lain. Kami juga lebih mudah mendapatkan informasi dan mengakses layanan yang sudah berbasis online,” katanya.
Andik menilai penambahan titik WiFi publik menunjukkan perhatian pemerintah desa terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Menurutnya, akses internet yang merata dapat membuka peluang baru bagi warga, termasuk dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan keterampilan melalui berbagai platform digital.
Pemerintah Desa Tukum meyakini bahwa pembangunan desa di era modern tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur fisik, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat mengakses dan memanfaatkan informasi. Karena itu, penguatan infrastruktur digital menjadi salah satu langkah strategis untuk menciptakan masyarakat yang lebih produktif, adaptif, dan berdaya saing.
Dengan total 18 titik WiFi publik yang kini tersedia, Desa Tukum berharap semakin banyak warga yang memperoleh manfaat dari transformasi digital, sekaligus mempercepat terwujudnya desa yang inklusif dan terkoneksi dengan berbagai peluang pembangunan di masa depan. (KIM Tukum Mandiri/Tiyas)