TP-PKK Tukum Jadikan Posyandu ILP sebagai Ruang Edukasi dan Pemberdayaan Keluarga

  • Sep 10, 2025
  • KIM Desa Tukum Mandiri
  • Kesehatan

Tukum, KIM – Posyandu di Desa Tukum kini bukan sekadar tempat penimbangan balita, tetapi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat dan kesehatan keluarga, berkat upaya dan perencanaan tindak lanjut yang dilakukan TP-PKK Desa. Hal ini ditegaskan Ketua TP-PKK Desa Tukum, Ny. Hanik Susanto dalam acara Gerakan Posyandu Aktif di Pendopo Mangundiharjo Desa Tukum Kecamatan Tekung, Rabu (10/9/2025).

“Upaya kita tidak berhenti pada kegiatan rutin. Posyandu harus berfungsi sebagai pusat edukasi dan pemberdayaan keluarga. Setiap warga, dari bayi hingga lansia, harus merasakan manfaatnya,” ujar Hanik.

Sebagai tindak lanjut, TP-PKK Desa Tukum berencana memperkuat Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) sesuai Permenkes Nomor 19 Tahun 2024, sehingga layanan posyandu mencakup seluruh siklus hidup. Hal ini diharapkan mampu menurunkan angka kematian ibu dan bayi, menekan stunting, serta mengurangi prevalensi penyakit menular dan tidak menular.

Selain itu, Hanik menekankan perlunya koordinasi yang terstruktur melalui Tim Pembina Posyandu, yang menggantikan Pokjanal. Tim ini bertugas membina kader, memantau pelaksanaan layanan, dan memastikan posyandu dapat berjalan optimal, inklusif, dan berkelanjutan.

Langkah strategis lain yang direncanakan meliputi:

  • Peningkatan kapasitas kader posyandu melalui pelatihan rutin dan pendampingan intensif.
  • Sosialisasi kesehatan dan edukasi gizi kepada keluarga, dengan fokus pada pola hidup sehat dan pencegahan penyakit.
  • Pemanfaatan posyandu sebagai ruang komunitas untuk membangun kebersamaan dan solidaritas antarwarga.
  • Monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan standar pelayanan minimal (SPM) terpenuhi, sesuai regulasi Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua dan Pengurus TP-PKK Kabupaten Lumajang, Camat Tekung, Kepala Puskesmas Tekung, jajaran TP-PKK kecamatan dan desa, Ketua Desa Siaga, para kader posyandu, serta tokoh masyarakat. Kehadiran mereka memperkuat semangat kolektif untuk menjadikan posyandu sebagai pusat pelayanan yang dekat dengan masyarakat dan berkelanjutan.

Hanik menegaskan bahwa keberhasilan posyandu akan tercapai jika warga aktif berpartisipasi. “Mari ajak keluarga rutin ke posyandu. Dari sini, kita membangun budaya hidup sehat, menjaga kebersamaan, dan menyiapkan generasi yang lebih berkualitas,” ujarnya.

Dengan upaya dan rencana tindak lanjut yang terstruktur, Desa Tukum menegaskan posyandu sebagai motor penggerak kesehatan, pemberdayaan sosial, dan kebersamaan masyarakat desa. (KIM Tukum Mandiri/Andik)