Ketika Praktik Desa Jadi Kajian Akademik, KIM Tukum Mandiri Perkuat Peran Informasi Digital Masyarakat
- Jun 22, 2026
- KIM Tukum Mandiri
- Pendidikan
Tukum, KIM – Di tengah perkembangan teknologi informasi, desa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu membangun ruang komunikasi publik yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Praktik tersebut terlihat dari keberadaan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tukum Mandiri Desa Tukum, Kecamatan Tekung, yang kini menjadi bahan kajian akademik mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Lumajang.
KIM Tukum Mandiri menjadi objek penelitian Tugas Akhir dengan judul “Peran Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Desa Tukum Mandiri Kecamatan Tekung Dalam Diseminasi Informasi Digital.” Penelitian tersebut mengkaji bagaimana peran KIM dalam mengelola, menyampaikan, dan mendistribusikan informasi digital kepada masyarakat.
Mahasiswa Universitas Lumajang, Solikin Rohman, menjelaskan bahwa KIM Tukum Mandiri dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki praktik pengelolaan informasi publik desa yang terbuka serta menyediakan data yang dapat menjadi bahan kajian akademik.
“KIM Tukum Mandiri dipilih karena banyak data yang bisa diakses dan sangat terbuka. Praktik pengelolaan informasi publik desa serta penguatan literasi digital masyarakat menjadi hal yang menarik untuk diteliti,” ujar Rohman.
Menurutnya, keberadaan KIM di tingkat desa menunjukkan bahwa masyarakat dapat mengambil peran dalam membangun ekosistem informasi yang lebih dekat dengan kebutuhan warga.
Melalui berbagai aktivitas publikasi informasi desa, dokumentasi kegiatan masyarakat, serta penyampaian informasi yang mudah dipahami, KIM Tukum Mandiri berupaya menjadi penghubung antara informasi pembangunan desa dengan masyarakat.
Bagi KIM Tukum Mandiri, pengelolaan informasi tidak hanya sebatas menyampaikan kabar, tetapi juga bagaimana menghadirkan informasi yang bermanfaat, mudah dipahami, dan membantu masyarakat mengetahui berbagai kegiatan, program, serta perkembangan di lingkungan desa.
Dalam keterangannya, Senin (22/6/2026), Ketua KIM Tukum Mandiri, Muhammad Luqman, menyampaikan bahwa keterbukaan dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam pengembangan peran KIM sebagai wadah informasi masyarakat.
“Yang penting kegiatan ini bermanfaat dan kami siap memfasilitasi. Penelitian ini menjadi ruang berbagi pengalaman tentang bagaimana informasi dapat dikelola agar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Luqman.
Ia menjelaskan, penelitian tersebut merupakan kegiatan riset kedua yang dilakukan mahasiswa terhadap KIM Tukum Mandiri. Sebelumnya, juga telah dilakukan penelitian oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang sedang menempuh studi magister (S2) di KIM Tukum Mandiri.
Menurut Luqman, keterlibatan dunia akademik menjadi motivasi bagi KIM untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan informasi publik dan memperkuat literasi digital masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Desa Tukum, Susanto (Cak Santo) memberikan apresiasi terhadap kegiatan penelitian yang dilakukan mahasiswa Universitas Lumajang. Menurutnya, kolaborasi dengan dunia pendidikan menjadi hal positif dalam melihat dan mengembangkan praktik komunikasi publik di tingkat desa.
“Kami mengapresiasi adanya penelitian terhadap KIM Tukum Mandiri. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan informasi publik di desa dapat menjadi ruang pembelajaran dan kajian akademik,” ujar Susanto.
Menurutnya, keterbukaan informasi dan kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan desa, termasuk memperkuat komunikasi publik serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap informasi digital.
Kehadiran penelitian akademik terhadap KIM Tukum Mandiri menunjukkan bahwa desa dapat menjadi ruang lahirnya praktik baik dalam pengelolaan informasi publik. KIM tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih memahami, mengakses, dan memanfaatkan informasi secara positif.
Melalui kolaborasi antara KIM Tukum Mandiri, Pemerintah Desa Tukum, dan dunia pendidikan, praktik komunikasi publik desa terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan literasi digital masyarakat. (KIM Tukum Mandiri/Rul)