The Shimmering Lights of Tukum: Smash Heppiii Kobarkan Semangat Pemuda dan Ekonomi Kerakyatan

  • Jul 25, 2025
  • KIM Desa Tukum Mandiri
  • Ekonomi & Sosial

Tukum, KIM – Di Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, malam tak lagi sekadar gelap yang menenangkan. Sejak beberapa hari lalu, langit pedesaan justru menjadi saksi bisu ledakan semangat warga desa. Sorot lampu-lampu terang memancar dari sebuah titik yang tak terduga Lapangan Bayern Munder, tempat digelarnya Setya Bhakti Fun Games: Road to Smash Heppiii.

“The shimmering lights of Tukum” tak lagi sekadar frasa puitis. Ia menjelma nyata dalam wujud lampu sorot yang menyala di tengah lapangan desa. Namun lebih dari itu, ia hadir dalam bentuk energi warga yang menyala-nyala dari semangat sportivitas, solidaritas, hingga geliat ekonomi lokal yang hidup kembali.

Ajang olahraga ini bukan sekadar pertandingan voli biasa. Ia adalah peristiwa sosial. Sebuah pesta rakyat yang tercipta dari kolaborasi yang menginspirasi: antara Pemerintah Desa Tukum dan PT Djarum. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), PT Djarum mendukung penyelenggaraan event ini sebagai wujud kontribusi nyata membangun desa dari bawah.

“Ini bukan sekadar kompetisi, ini perayaan gotong royong. Kami ingin menunjukkan bahwa desa bisa menyelenggarakan event berkualitas, asalkan ada ruang, dukungan, dan semangat bersama,” terang Susanto, Kepala Desa Tukum yang akrab disapa Cak Santo di sela pertandingan hari ke-3, Jumat (25/7/2025).

Di lapangan itu, tim-tim dari berbagai desa, seperti Purwosono vs Bodang (Putra), Kedungrejo 2 vs Kebonsari (Putri), Tukum vs Kabuaran (Putra), serta pertandingan seru antara Putri Purwosono vs Kedungrejo 1, Putri Tukum vs Kedungrejo 2, dan Putra Kebonsari vs Purwosono saling beradu strategi dan kekuatan.

Penonton memadati tribun bambu buatan warga. Tak sedikit yang rela berdiri demi menyaksikan pertandingan malam yang kini menjadi sumber kebanggaan.

Di sisi lapangan, deretan UMKM lokal bangkit. Warung gorengan, minuman tradisional, makanan ringan, dan produk kreatif desa mengelilingi venue. Menurut catatan panitia, omzet pelaku UMKM meningkat signifikan selama event berlangsung.

“Saya jualan sejak sore, belum jam sembilan malam sudah tinggal sedikit,” tutur Bu Rina, pedagang kaki lima yang merasa momentum ini jadi berkah.

Yang tak kalah menarik, anak-anak muda desa tampil sebagai motor penggerak utama. Mereka menjadi panitia teknis, dokumentator, hingga pengelola media sosial. Dalam struktur panitia, KIM Tukum Mandiri secara resmi dipercaya sebagai Seksi Humas, Publikasi, dan Dokumentasi mengelola pemberitaan, dokumentasi visual, hingga konten digital yang mengangkat kegiatan ini ke ranah publik.

“Dari lapangan ini, kami belajar memanage event, mengelola logistik, menyusun rundown, bahkan branding digital. Kami jadi percaya, desa juga bisa profesional," ungkap Ketua KIM Desa Tukum Mandiri, Muhammad Luqman.

PT Djarum tak hanya memberi dukungan fasilitas dan publikasi, tetapi juga membuka dialog kreatif dengan warga dan pemuda desa tentang keberlanjutan kegiatan seperti ini.

Di sinilah kekuatan narasi Tukum menjadi relevan secara nasional, bahwa transformasi sosial tak selalu butuh teknologi canggih. Kadang, ia cukup dimulai dari bola voli, lampu sorot, dan tekad kolektif yang membakar.

“Smash Heppiii membuktikan bahwa desa bukan objek pembangunan. Ia bisa jadi pelaku, bahkan pelopor perubahan. Bersama PT Djarum, kami memulai sesuatu yang dampaknya terasa nyata,” ujar Cak Santo.

Cahaya lampu-lampu itu mungkin akan padam, tetapi semangat yang menyala di hati warga Desa Tukum terus tumbuh. Karena mereka telah membuktikan, dari lapangan kecil di ujung desa, bisa lahir mimpi-mimpi besar.

Dan siapa sangka, di antara kelap-kelip bintang malam pedesaan, justru dari sinilah Indonesia kembali menemukan cahayanya. (KIM Tukum Mandiri/Wulan)