SISCAMLING Model Desa Mandiri Integrasikan Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial

  • Nov 19, 2025
  • KIM Desa Tukum Mandiri
  • Pemberdayaan

Tukum, KIM – Kepala Desa Tukum, Susanto, yang akrab disapa Cak Santo, menekankan bahwa SISCAMLING (Sistem Pertanian dan Peternakan Integrasi Berbasis Cacing Ramah Lingkungan) menjadi model desa mandiri yang mengintegrasikan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Menurut Cak Santo, sistem ini menekankan siklus produksi yang efisien, di mana limbah dari satu unit usaha menjadi input untuk unit lain. Pendekatan ini menekan biaya produksi, meningkatkan output, dan memaksimalkan penggunaan lahan terbatas.

“Dengan cara ini, setiap sumber daya di desa dapat dimanfaatkan secara optimal. Desa menjadi produktif, warga mendapat manfaat ekonomi, dan lingkungan tetap terjaga,” ujarnya dalam kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya Cacing di Dusun Munder, Rabu (19/11/2025).

Selain efisiensi ekonomi, Cak Santo menekankan aspek sosial. Program ini mendorong warga untuk bekerja sama, saling membantu, dan mengelola sumber daya secara bersama. Aktivitas kolaboratif ini memperkuat ikatan sosial dan rasa kepemilikan warga terhadap program desa.

SISCAMLING juga menanamkan kesadaran lingkungan. Pemanfaatan limbah organik sebagai pupuk atau pakan ternak mengurangi pencemaran dan penggunaan bahan kimia, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem lokal.

Cak Santo menekankan bahwa integrasi ketiga aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan menjadi fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan. “Desa yang mandiri bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan ekonomi, tapi juga menjaga lingkungan dan memperkuat masyarakatnya,” ujarnya. (KIM Tukum Mandiri/Andik)