SANORAH Catat 47 Kantong Darah, Gerakan Inklusif yang Hidupkan Ekonomi Desa

  • Sep 13, 2025
  • KIM Desa Tukum Mandiri
  • Ekonomi & Sosial

Tukum, KIM – Gelaran Sadar Donor Darah (SANORAH) di Balai Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Jumat (12/9/2025), menghadirkan makna yang lebih dalam dari sekadar aksi donor darah. Kegiatan ini berhasil mencatatkan 47 orang lolos donor darah, sementara 11 lainnya tidak memenuhi syarat medis. Angka tersebut tidak hanya menunjukkan capaian kuantitatif, tetapi juga menjadi bukti konsistensi semangat kemanusiaan warga desa.

Yang membuat SANORAH istimewa adalah nilai inklusifitasnya. Partisipasi sahabat disabilitas menjadi penegasan bahwa aksi sosial ini tidak mengenal batas. Mereka hadir bukan sebagai penonton, tetapi sebagai bagian aktif dari gerakan kemanusiaan, memberi pesan kuat bahwa kepedulian bisa dilakukan siapa saja.

Tak kalah penting, dimensi pemberdayaan ekonomi desa turut hidup dalam gelaran ini. Sejumlah UMKM lokal membuka stan kuliner dan kerajinan, menjadikan kegiatan donor darah sekaligus arena menggerakkan ekonomi rakyat. Momentum sosial ini pun berubah menjadi ruang perputaran ekonomi yang menghidupkan desa.

Kepala Desa Tukum, Susanto (Cak Santo), menekankan bahwa SANORAH adalah wajah gotong royong yang lengkap. “Di sini, kita melihat tiga nilai sekaligus: darah yang menyelamatkan nyawa, inklusivitas yang merangkul semua kalangan, dan UMKM yang menggerakkan ekonomi desa. SANORAH bukan sekadar agenda seremonial, melainkan gerakan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Suasana pemberdayaan ekonomi desa semakin terasa dengan hadirnya stan UMKM, salah satunya penjual kopi. Muhammad Khoiron, warga setempat mengaku terbantu dengan adanya kegiatan ini.

“Alhamdulillah, dagangan saya laris karena banyak warga yang datang. SANORAH bukan hanya memberi manfaat bagi pendonor, tapi juga bagi kami pelaku UMKM. Semoga acara seperti ini sering digelar, supaya ekonomi desa makin hidup,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Dengan capaian tersebut, SANORAH telah menjelma sebagai model gerakan sosial desa yang menyatukan nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan pemberdayaan ekonomi. Sebuah teladan nyata bahwa pembangunan desa bisa dimulai dari langkah sederhana, tetapi berdampak luas bagi kehidupan masyarakat. (KIM Tukum Mandiri/Fu)