Prinsip 3E 1N Jadi Dasar KIM Tukum Mandiri dalam Setiap Narasi untuk Merawat Indonesia
- Nov 06, 2025
- KIM Desa Tukum Mandiri
- Pendidikan
Tukum, KIM – Ketua Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Desa Tukum Mandiri, Muhammad Luqman, menegaskan bahwa prinsip 3E 1N, yakni educating (mendidik), empowering (memberdayakan), enlightening (mencerahkan), dan nationalism (nasionalisme) telah menjadi fondasi setiap kegiatan dan narasi informasi KIM sejak dibentuk pada Juni 2022 lalu.
Hal ini disampaikan Luqman dalam kegiatan Pembinaan KIM sebagai Mitra Strategis Pemerintah yang digelar di Pendopo Mangundiharjo, Desa Tukum, Rabu malam (5/11/2025).
“Kami secara rutin berkoordinasi dengan pengelola kehumasan di Dinas Kominfo untuk memastikan setiap informasi yang kami produksi akurat, edukatif, dan berdampak nyata. Nilai 3E 1N kami gaungkan sebagai spirit untuk ‘bersedekah informasi’ kepada masyarakat, sehingga setiap narasi tidak hanya memberi informasi, tetapi juga mendorong pemahaman, partisipasi, dan kesadaran publik,” ujar Luqman.
Menurut Luqman, penerapan prinsip 3E 1N menjadikan KIM lebih dari sekadar penyampai informasi. Setiap konten diarahkan untuk mendidik masyarakat tentang program pemerintah, memberdayakan komunitas agar ikut aktif dalam pembangunan, mencerahkan pemahaman publik terhadap isu penting, dan sangat menjunjung tinggi nasionalisme sebagai bagian dari misi bersama merawat Indonesia melalui jurnalisme pencerahan.
“Spirit 3E 1N ini menjadikan setiap liputan, video, atau tulisan kami tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif bagi masyarakat. Dengan cara ini, KIM membantu membangun kepercayaan publik dan memperkuat citra pemerintah sebagai mitra yang dekat dengan masyarakat, sambil menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang kuat,” jelas Luqman.
Kegiatan pembinaan ini semakin menegaskan posisi KIM Desa Tukum Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah, yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi fasilitator literasi, penggerak partisipasi masyarakat, dan agen pemberdayaan yang berdampak nyata di tingkat desa maupun kabupaten. (KIM Tukum Mandiri/Fu)