Praktik Langsung dan Simulasi Jadi Senjata SOTH Tingkatkan Kapasitas Orang Tua

  • Dec 11, 2025
  • KIM Desa Tukum Mandiri
  • Kesehatan

Tukum, KIM – Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di Desa Tukum memasuki tahap evaluasi akhir setelah menyelesaikan 13 pertemuan pembelajaran. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Mangundiharjo, Kamis (11/12/2025), menghadirkan momentum penting untuk melihat sejauh mana pemahaman orang tua meningkat melalui pendekatan belajar yang lebih aplikatif.

Pembina Posyandu Desa Tukum, Ny. Hanik Susanto, menegaskan bahwa kekuatan utama SOTH terletak pada kurikulum yang tidak hanya menyajikan teori pengasuhan, tetapi juga menekankan praktik langsung dan simulasi kasus nyata. Ia menilai bahwa metode ini membuat orang tua lebih mudah memahami berbagai situasi yang sering mereka hadapi di rumah.

Menurutnya, setiap sesi pendidikan dirancang agar peserta dapat mempelajari contoh-contoh pengasuhan sehari-hari secara utuh. Mulai dari cara merespons anak yang rewel, mengelola emosi saat menghadapi tekanan domestik, hingga teknik membangun kebiasaan baik dalam keluarga, semuanya dipraktikkan secara langsung dalam kelas.

Dengan pendekatan tersebut, orang tua tidak hanya mengetahui konsepnya, tetapi juga berlatih menemukan solusi yang paling bijak dan sehat bagi anak maupun keluarga.

“Pendekatan praktik dan simulasi ini membuat orang tua lebih percaya diri. Mereka belajar dari situasi yang benar-benar mereka alami, bukan dari contoh yang jauh dari kehidupan mereka,” ujar Ny. Hanik.

Kegiatan evaluasi akhir juga dihadiri Koordinator KB Kecamatan Tekung, fasilitator SOTH, serta seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian materi. Mereka menjalani evaluasi keseluruhan materi yang disampaikan selama 13 pertemuan sebagai bentuk penguatan kembali pemahaman dan kemampuan.

Dengan penekanan pada praktik nyata dan simulasi, SOTH Desa Tukum diharapkan mampu melahirkan orang tua yang lebih terampil, tangguh, dan responsif terhadap kebutuhan tumbuh kembang anak dalam lingkungan keluarga.

Program ini sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan kualitas keluarga dimulai dari proses pembelajaran yang dekat dengan realitas hidup sehari-hari. (KIM Tukum Mandiri/Fe)