PKK Desa Tukum Didorong Jadi Penggerak Potensi Keluarga
- Sep 19, 2025
- KIM Desa Tukum Mandiri
- Pemberdayaan
Tukum, KIM – Kepala Desa Tukum, Susanto (Cak Santo), menegaskan bahwa PKK tidak boleh hanya dipahami sebatas organisasi pelengkap desa. Lebih dari itu, PKK harus hadir sebagai motor penggerak yang mampu menggali, menghidupkan, sekaligus mengoptimalkan potensi keluarga di tingkat akar rumput.
Pernyataan tersebut disampaikan Cak Santo saat kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Terpadu TP PKK Kabupaten Lumajang 2025 yang digelar di Pendopo Mangundiharjo, Desa Tukum Kecamatan Tekung, Jumat (19/9/2025).
Menurutnya, setiap keluarga di desa sesungguhnya menyimpan potensi luar biasa, mulai dari keterampilan, kreativitas, hingga semangat kebersamaan. Jika semua potensi itu dikelola dengan baik melalui gerakan PKK, maka akan lahir kekuatan kolektif yang mampu menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup warga.
“PKK bukan hanya soal administrasi dan laporan, tapi bagaimana membangkitkan daya hidup keluarga. Dari keluarga yang sehat, mandiri, dan produktif, desa kita akan menjadi lebih kuat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Cak Santo juga mengapresiasi peran TP PKK Kabupaten Lumajang yang terus mendorong kader PKK desa agar lebih inovatif dalam melaksanakan program kerja. Pendampingan yang diberikan diharapkan mampu memperkaya pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberdayakan keluarga.
Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Lumajang Aziz Fahrurrozi menekankan bahwa gerakan PKK sesungguhnya memiliki 10 program pokok yang dapat langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga ekonomi produktif berbasis keluarga.
Dengan menggerakkan program-program tersebut, PKK Desa Tukum diyakini dapat menjadi wadah pemberdayaan keluarga sekaligus motor perubahan di masyarakat. Apalagi, peran perempuan sebagai penggerak PKK seringkali menjadi pintu masuk terciptanya ketahanan keluarga.
Cak Santo berharap, dengan pembinaan ini PKK Tukum semakin percaya diri untuk menampilkan perannya sebagai penggerak potensi keluarga. “Keluarga adalah fondasi pembangunan desa. Jika PKK bisa memaksimalkan perannya, maka keluarga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tapi juga pencipta manfaat bagi lingkungan sekitar,” tegasnya.
Kegiatan Monev Terpadu ini sekaligus menjadi ajang berbagi pengalaman antar-kader, sehingga setiap desa dapat menularkan praktik baik yang telah dijalankan. Dengan begitu, potensi keluarga yang ada di desa tidak berhenti pada tataran ide, tetapi benar-benar bisa terwujud dalam bentuk aksi nyata. (KIM Tukum Mandiri/Gita)