Peta Desa Jadi Fondasi Pembangunan, KKN Kolaboratif 92 Serahkan kepada Pemdes Tukum
- Aug 18, 2025
- KIM Desa Tukum Mandiri
- Pemerintahan
Tukum, KIM – Pemerintah Desa Tukum, Kecamatan Tekung, menerima Peta Desa hasil karya mahasiswa KKN Kolaboratif 92 sebagai dokumen vital untuk perencanaan pembangunan dan tata ruang wilayah. Penyerahan ini berlangsung di Balai Desa Tukum, bertepatan dengan Launching Srawung Laisa (Sesarengan Datheng Ing Balai Desa), Minggu (17/8/2025) malam.
Kepala Desa Tukum, Susanto (Cak Santo), menegaskan bahwa Peta Desa merupakan instrumen penting yang menentukan arah pembangunan dan pengelolaan potensi desa ke depan. Dengan peta yang terukur, desa tidak hanya memiliki data spasial yang akurat, tetapi juga memiliki pijakan yang jelas untuk memutuskan arah pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.
“Peta Desa ini adalah tonggak penting. Ia bukan sekadar gambar wilayah, tetapi panduan bagi kita untuk melangkah lebih tepat. Dengan peta, desa bisa lebih terencana, potensi bisa tergali maksimal, dan masyarakat bisa ikut mengawal arah pembangunan,” ujar Cak Santo.
Penyerahan Peta Desa ini lahir dari kerja kolaboratif mahasiswa KKN 92 bersama warga. Prosesnya dilakukan melalui observasi lapangan, pengumpulan data, hingga pemetaan digital. Peta ini memuat batas wilayah, lokasi fasilitas umum, lahan produktif, hingga jalur utama desa, yang nantinya akan menjadi dasar bagi dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes).
Koordinator KKN Kolaboratif 92, Farras Avrilla Daffa Wahyudi menyebut peta tersebut diharapkan tidak hanya jadi dokumen, tetapi benar-benar menjadi alat kerja yang bermanfaat.
“Kami ingin desa punya peta yang hidup, bisa digunakan, diperbarui, dan dijadikan pegangan dalam setiap kebijakan. Karena pembangunan tanpa data yang jelas hanya akan jadi langkah yang tersendat,” jelasnya.
Momentum ini sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat Tukum. Acara Srawung Laisa yang digelar bersamaan menghadirkan ruang perjumpaan antarwarga melalui bazar kuliner, live music, pentas seni, photobooth. Ratusan warga hadir, membuktikan bahwa partisipasi masyarakat menjadi energi besar dalam pembangunan desa.
Cak Santo menilai, kombinasi antara peta sebagai fondasi pembangunan dan silaturahmi warga sebagai kekuatan sosial adalah dua hal yang saling melengkapi. “Pembangunan fisik harus selalu berjalan beriringan dengan pembangunan sosial. Dan malam ini, kita punya keduanya: panduan arah pembangunan melalui peta, serta semangat persatuan melalui kebersamaan,” ungkapnya.
Penyerahan Peta Desa oleh KKN Kolaboratif 92 tidak hanya menambah dokumen penting bagi Pemdes Tukum, tetapi juga menorehkan sejarah baru: desa punya arah pembangunan yang lebih terukur, dan masyarakat semakin menyadari bahwa kebersamaan adalah modal terbesar untuk maju. (KIM Tukum Mandiri/Za)