Pertanian Organik dan UMKM Tukum Disasar KKN Kolaboratif, Cak Santo Dorong Inovasi Berbasis Potensi

  • Jul 21, 2025
  • KIM Desa Tukum Mandiri
  • Ekonomi & Sosial

Tukum, KIM – Kepala Desa Tukum, Susanto (Cak Santo) membuka secara resmi acara sosialisasi Program Kerja KKN Kolaboratif dari tiga perguruan tinggi di Balai Desa Tukum, Senin (21/7/2025). Kegiatan ini difokuskan pada penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan UMKM, serta pemanfaatan potensi pertanian organik untuk menciptakan kemandirian desa berbasis lokalitas.

Sebanyak 10 mahasiswa terlibat dalam program ini, terdiri dari enam mahasiswa Universitas Jember (Unej), dua mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, dan dua mahasiswa Universitas Lumajang (Unilu). Mereka hadir sebagai bagian dari skema KKN Kolaboratif lintas kampus untuk mendukung pembangunan desa secara multidisipliner.

Koordinator KKN Desa Tukum, Faras Avrilla Daffa' Wahyudi, menegaskan bahwa salah satu fokus utama program kerja adalah mendongkrak nilai tambah sektor unggulan desa, seperti budidaya selada organik dan UMKM olahan pangan, melalui pelatihan dan pendampingan.

“Kami ingin potensi desa ini bisa naik kelas. Salah satu langkah konkret adalah memberikan pelatihan pengemasan produk UMKM yang lebih modern dan menarik, sekaligus memperluas akses pasar,” ujar Faras.

Selain ekonomi, para mahasiswa juga menginisiasi program sosialisasi dan pelayanan kesehatan masyarakat, antara lain edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan skrining kesehatan dasar. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.

Dalam sambutannya, Cak Santo mengapresiasi kolaborasi lintas kampus ini dan berharap kehadiran mahasiswa bisa menjadi pemantik perubahan sosial serta motor edukasi di tengah masyarakat.

“Desa Tukum terbuka untuk belajar bersama. Saya berharap kehadiran teman-teman mahasiswa ini bukan hanya memberikan manfaat jangka pendek, tapi juga meninggalkan dampak yang berkelanjutan,” kata Cak Santo.

Sosialisasi ini turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Desa, TP PKK, tokoh masyarakat, Karang Taruna, dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Semua pihak sepakat memberikan dukungan penuh untuk menyukseskan rangkaian kegiatan KKN yang akan berlangsung selama beberapa pekan ke depan.

KKN Kolaboratif ini diyakini menjadi wahana produktif untuk menjembatani pengetahuan akademis dengan kebutuhan riil masyarakat desa. Kolaborasi antara mahasiswa, pemdes, dan warga diharapkan dapat melahirkan inovasi lokal yang aplikatif dan berdampak jangka panjang. (KIM Tukum Mandiri/Tiyas)