Peran Ibu sebagai Teladan, Keluarga Jadi Pusat Pendidikan Akhlak Nabi Muhammad SAW

  • Sep 08, 2025
  • KIM Desa Tukum Mandiri
  • Keagamaan

Tukum, KIM – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Dusun Pandansari, Desa Tukum, Minggu (7/9/2025), menjadi pengingat pentingnya keluarga sebagai pondasi peradaban. Ketua TP PKK Desa Tukum, Ny. Hanik Susanto, menekankan bahwa keteladanan Rasulullah harus ditanamkan pertama kali melalui peran keluarga sebagai sekolah utama bagi anak-anak.

“Keluarga adalah sekolah pertama. Dari rumah, anak belajar tentang kejujuran, kesederhanaan, dan kepedulian. Itulah nilai yang diwariskan Nabi Muhammad SAW, dan itulah yang harus terus kita tanamkan,” terang dia..

Ny. Hanik juga mengingatkan, peran ibu dan ayah tidak bisa dipisahkan dalam membentuk karakter anak. Seorang ibu dengan kelembutan kasih sayangnya menjadi teladan akhlak, sementara ayah dengan keteguhan sikapnya mengajarkan tanggung jawab.

“Kedua peran itu harus hadir seimbang agar lahir generasi yang berakhlak mulia,” tambahnya.

Bagi Ny. Hanik, momentum Maulid Nabi bukan hanya seremonial, melainkan kesempatan untuk memperkuat pendidikan karakter dalam keluarga. “Perempuan bukan hanya pendidik di rumah, tetapi juga penggerak masyarakat. Jika keteladanan Nabi hidup dalam keluarga, maka masyarakat pun akan kuat dan rukun,” ujarnya.

Kehadiran anak-anak TPQ-Madin Riyadlul Ulum dalam perayaan Maulid tersebut menjadi simbol estafet nilai. Lewat lantunan sholawat dan doa, mereka belajar meneladani akhlak Nabi sekaligus merasakan peran keluarga dan masyarakat sebagai ruang pendidikan bersama.

“Semoga setiap keluarga di Desa Tukum mampu menghadirkan suasana rumah yang penuh kasih sayang, jujur, amanah, dan saling peduli. Inilah warisan akhlak Nabi yang akan menjaga keberkahan hidup kita,” pungkasnya.

Tradisi Jolen Hasil Bumi dan Snack yang dibawa warga kemudian dibagikan secara merata, memperkuat makna Maulid sebagai ruang kebersamaan. Acara berlangsung hangat, memperlihatkan bagaimana keluarga dan masyarakat bersama-sama menjaga tradisi sekaligus menanamkan nilai keteladanan Nabi. (KIM Tukum Mandiri/Fu)