Pencegahan Dini Penyakit, Warga Desa Tukum Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis di Launching Srawung Laisa
- Aug 18, 2025
- KIM Desa Tukum Mandiri
- Kesehatan
Tukum, KIM – Program "Srawung Laisa" (Sesarengan Datheng Ing Balai Desa) yang diinisiasi mahasiswa KKN Kolaboratif 92 Desa Tukum bersama pemerintah desa, resmi diluncurkan sebagai wadah kebersamaan warga. Pada momentum perdana, kegiatan ini menghadirkan layanan cek kesehatan gratis berupa pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, sebagai langkah pencegahan dini bagi masyarakat.
Kepala Desa Tukum, Susanto atau akrab disapa Cak Santo, menyampaikan bahwa Srawung Laisa tidak hanya menjadi ruang interaksi sosial, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi warga.
“Kami ingin balai desa benar-benar hidup sebagai pusat kegiatan masyarakat. Cek kesehatan gratis ini salah satu cara sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan warga sejak dini,” ungkapnya saat dikonfirmasi di sela acara, Minggu (17/8/2025) malam.
Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya warga yang datang ke balai desa. Mereka mendapat pelayanan kesehatan gratis yang difasilitasi mahasiswa KKN Kolaboratif 92 yang beberapa diantaranya Fakultas Kedokteran dari Universitas Jember.
Salah Mahasiswa KKN Handias Pramudya menjelaskan, bahwa layanan ini dihadirkan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pencegahan dini penyakit tidak menular, seperti hipertensi dan diabetes, yang sering kali luput dari perhatian.
Lebih dari sekadar pemeriksaan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi. Warga diajak memahami pola hidup sehat, menjaga pola makan, hingga pentingnya rutin memeriksakan kondisi tubuh.
“Srawung Laisa diharapkan terus menjadi kegiatan rutin. Tidak hanya seni budaya, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat,” tambah Cak Santo.
Kehadiran program ini mendapat apresiasi dari warga, karena membantu mereka lebih peduli terhadap kesehatan tanpa harus jauh-jauh pergi ke fasilitas kesehatan.
Dengan hadirnya Srawung Laisa, Desa Tukum menunjukkan komitmen kuat untuk menjadikan balai desa sebagai ruang inklusif dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. (KIM Tukum Mandiri/Tiyas)