Obrolan Pos Kamling: Dari Keluhan Genangan Hingga Usulan Ruang Terbuka
- Jul 20, 2025
- KIM Desa Tukum Mandiri
- Ekonomi & Sosial
Tukum, KIM – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Pos Kamling RT 02/RW 16 Perumahan Tukum Indah, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang, Jumat malam (19/7/2025). Kepala Desa Tukum, Susanto yang akrab disapa Cak Santo, bersama sejumlah perangkat desa, meluangkan waktu untuk njagong malam bersama warga.
Kegiatan ini bukan sekadar patroli atau rutinitas ronda malam biasa. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi ruang dialog terbuka yang sarat makna antara pemimpin desa dan masyarakatnya. Dalam suasana santai namun serius, berbagai aspirasi warga mengalir dari persoalan keamanan lingkungan hingga pembangunan fasilitas umum.
“Njagong malam seperti ini penting untuk mempererat hubungan saya dengan warga. Tapi yang lebih utama adalah mendengar langsung suara masyarakat, apa yang mereka rasakan, butuhkan, dan keluhkan,” ujar Cak Santo.
Menurutnya, pos kamling bukan hanya simbol keamanan warga, tapi bisa dihidupkan kembali sebagai simpul interaksi sosial dan pusat penyampaian aspirasi. Dalam kesempatan itu, sejumlah warga mengungkapkan kekhawatiran tentang lampu penerangan jalan yang belum maksimal, genangan air saat hujan, hingga perlunya ruang terbuka hijau di lingkungan perumahan.
Cak Santo menegaskan, semua keluhan akan dicatat dan diupayakan tindak lanjutnya. “Setidaknya apa yang menjadi permasalahan warga bisa kita serap. Kalau memang bisa langsung kita tangani, ya segera kita tindak lanjuti. Jangan sampai aspirasi masyarakat hanya berhenti di obrolan,” tambahnya.
Langkah Cak Santo ini menjadi angin segar di tengah tantangan komunikasi antara warga dan pemerintah desa. Dialog langsung seperti ini, yang berlangsung di luar forum formal, dinilai warga jauh lebih efektif dan membumi.
Bagi banyak warga, kehadiran langsung kepala desa di tengah-tengah mereka pada malam hari adalah bentuk kepemimpinan yang tulus dan menyentuh. “Rasanya beda. Kalau ngobrol langsung gini, lebih enak. Kita juga merasa diperhatikan,” kata Pak Agus, salah satu warga yang hadir.
Dengan kegiatan ini, Cak Santo ingin mendorong semangat gotong royong dan kebersamaan dalam menjaga lingkungan. Ia berharap njagong malam di pos kamling bisa menjadi agenda rutin, berpindah-pindah di berbagai wilayah desa.
“Pembangunan desa tidak hanya soal infrastruktur. Tapi juga tentang membangun kedekatan dan kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat. Itu yang sedang kita rawat bersama,” pungkasnya. (KIM Tukum Mandiri/Andik)