Meet Up KKN di Balai Desa, Cak Santo Dorong Proker Berbasis Kebutuhan Warga
- Jul 18, 2025
- KIM Desa Tukum Mandiri
- Pendidikan
Tukum, KIM – Kepala Desa Tukum, Susanto atau yang akrab disapa Cak Santo, menggelar meet up malam bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif dari tiga perguruan tinggi, Kamis malam (17/7/2025), di Balai Desa Tukum, Kecamatan Tekung.
Pertemuan ini diikuti oleh sepuluh mahasiswa dari lintas kampus: enam dari Universitas Jember (Unej), dua dari Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, dan dua dari Universitas Lumajang (Unilu). Mereka saat ini tengah menjalani masa orientasi lapangan dan penggalian informasi awal untuk menyusun program kerja selama masa pengabdian.
Dalam suasana hangat dan terbuka, Cak Santo menyampaikan harapan besarnya terhadap kehadiran para mahasiswa sebagai mitra pembangunan desa. Ia menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dengan komunitas lokal seperti Karang Taruna, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), TP PKK Desa Tukum dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).
“Desa ini punya banyak potensi dan juga tantangan. Maka kami ingin mahasiswa tidak berjalan sendiri. Ayo kita bergerak bersama, bersinergi untuk menggali, merancang, dan melaksanakan proker yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan aktif para mahasiswa dalam kehidupan sosial warga, serta komunikasi intensif dengan elemen lokal, akan menjadi fondasi penting dalam menyusun program yang relevan dan berdampak nyata.
Koordinator Desa Tukum KKN Kolaboratif, Faras Avrilla Daffa' Wahyudi dari Universitas Jember menyampaikan bahwa saat ini tim KKN masih berada dalam tahap observasi partisipatif, termasuk pemetaan potensi desa, analisis kebutuhan warga, serta pendataan masalah prioritas yang bisa diintervensi dalam bentuk program kerja.
“Kami ingin memastikan bahwa proker yang kami susun nanti tidak hanya bagus di atas kertas, tapi benar-benar menjawab persoalan warga dan mendukung arah pembangunan desa,” jelasnya.
Pertemuan malam itu juga menjadi ajang awal untuk membangun kedekatan personal antara mahasiswa, perangkat desa, dan komunitas lokal. Diskusi informal berkembang seputar isu pertanian, UMKM, lingkungan, serta penguatan literasi digital di kalangan pemuda desa.
Dengan semangat kebersamaan, Cak Santo mengajak para mahasiswa untuk menjadikan Desa Tukum sebagai ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang kontribusi. Ia berpesan agar selama masa KKN, mahasiswa dapat menunjukkan keteladanan, kreatif, dan membumi.
“Desa Tukum terbuka untuk inovasi. Mari kita sama-sama belajar, karena sejatinya desa ini adalah ruang eksperimen sosial yang luar biasa,” pungkasnya. (KIM Tukum Mandiri/Ardi)