Masyarakat Desa Tukum Didorong Memahami Risiko HIV secara Mendalam

  • Dec 17, 2025
  • KIM Desa Tukum Mandiri
  • Kesehatan

Tukum, KIM – Kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang HIV menjadi sorotan utama dalam sosialisasi yang digelar di Balai Desa Tukum, Selasa (16/12/2025). Materi disampaikan oleh Yulia Agisni, S.Kep.Ns dari Puskesmas Tekung, yang memberikan penjelasan menyeluruh mengenai HIV (Human Immunodeficiency Virus), termasuk mekanisme penularan, risiko, dan langkah pencegahan yang tepat.

Dalam pemaparannya, Yulia menekankan jalur penularan utama yang perlu diketahui setiap warga. Penularan dapat terjadi melalui hubungan seksual tanpa pengaman, transfusi darah yang tidak aman, penggunaan jarum suntik bergantian, serta dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, atau menyusui

“Pemahaman masyarakat tentang jalur penularan HIV adalah kunci untuk melindungi diri sendiri dan keluarga. Tanpa informasi yang akurat, risiko penularan akan tetap tinggi,” ujar Yulia.

Ia menegaskan bahwa edukasi medis ini bukan sekadar teori, tetapi pengetahuan praktis yang bisa diterapkan sehari-hari.

“Dengan mengetahui risiko dan langkah pencegahan, warga dapat melakukan tindakan nyata, mulai dari pemeriksaan rutin hingga penerapan perilaku hidup sehat di rumah dan lingkungan sekitar,” tambahnya.

Sosialisasi ini juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menyebarkan informasi yang benar dan mendukung pasien HIV agar tidak mengalami diskriminasi.

Kepala Desa Tukum, Susanto (Cak Santo), menambahkan, “Program edukasi seperti ini penting untuk membangun masyarakat yang sadar kesehatan dan peduli. Pengetahuan yang diterima warga hari ini akan menjadi fondasi komunitas yang lebih sehat dan inklusif.”

Dengan pendekatan edukasi yang komprehensif, sosialisasi HIV di Desa Tukum memastikan warga tidak hanya mengetahui fakta medis, tetapi juga mampu mengambil langkah konkret untuk mencegah penularan dan membangun lingkungan yang aman.

“Program ini menjadi bukti bahwa edukasi medis adalah fondasi strategis untuk menciptakan komunitas yang sehat, sadar risiko, dan peduli terhadap kesehatan bersama,” pungkasnya. (KIM Tukum Mandiri/Gita)