Lewat Posyandu Jiwa, Desa Tukum Tunjukkan Cara Bijak Tangani Masalah Kesehatan Mental

  • May 16, 2025
  • KIM Desa Tukum Mandiri
  • Kesehatan

Tukum, KIM – Kepala Desa Tukum, Susanto (Cak Santo), menekankan pentingnya Posyandu Jiwa sebagai langkah strategis untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Posyandu Jiwa Mayaswarah yang digelar di Balai Desa Tukum pada Jumat (16/5/2025).

Menurut Cak Santo, lebih dari sekadar layanan medis, keberadaan Posyandu Jiwa diharapkan mampu menjadi jembatan menuju pemulihan yang manusiawi dan bermartabat bagi warga dengan gangguan mental.

“Harapannya, dengan adanya posyandu jiwa ini, masyarakat yang mengalami gangguan jiwa bisa pulih secara perlahan. Mereka harus mendapat perlakuan yang manusiawi, bukan tindakan kekerasan yang justru memperparah kondisi mentalnya,” ujar Cak Santo.

Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap masih adanya tindakan diskriminatif dan kekerasan terhadap ODGJ, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Menurutnya, perlakuan seperti itu tidak hanya memperburuk kondisi penderita, tetapi juga mencerminkan kurangnya pemahaman tentang kesehatan mental.

Desa Tukum sendiri menjadi desa rintisan dan satu-satunya di Kecamatan Tekung, bahkan kemungkinan di Kabupaten Lumajang, yang aktif menjalankan Posyandu Kesehatan Jiwa secara berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap inklusi dan pemenuhan hak-hak warga dengan gangguan jiwa.

“Kita ingin Desa Tukum menjadi contoh. Di sini, kita rangkul mereka, bukan jauhi. Kita dampingi, bukan hakimi,” tegasnya.

Melalui Posyandu Jiwa Mayaswarah, para penderita gangguan mental mendapatkan layanan dasar kesehatan, pendampingan psikososial, serta perhatian yang layak sebagai bagian dari masyarakat yang utuh. (KIM Tukum Mandiri/Ardi)