Lantunan Selawat di Tukum Jadi Jalan Meneguhkan Persatuan dan Kedamaian

  • Sep 21, 2025
  • KIM Desa Tukum Mandiri
  • Keagamaan

Tukum, KIM – Suara lantunan selawat menggema di Pendopo Mangundiharjo, Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Minggu malam (21/9/2025). Dalam suasana khidmat, masyarakat dari berbagai kalangan larut memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW melalui Gebyar Selawat yang dipimpin oleh Kepala Desa Tukum, Susanto atau akrab disapa Cak Santo.

Bagi Cak Santo, kegiatan ini bukan sekadar ekspresi kecintaan kepada Rasulullah, tetapi juga simbol nyata persatuan masyarakat Tukum. Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan warga dalam berselawat menjadi modal sosial yang penting untuk membangun desa.

“Semakin banyak yang berselawat, semakin deras pula berkah yang Allah turunkan untuk Desa Tukum tercinta. Lebih dari itu, kegiatan ini memperkuat persatuan kita semua agar tetap guyub dan rukun,” ungkapnya.

Pesan ini disambut hangat oleh warga yang hadir. Mereka percaya bahwa kegiatan religius bersama bukan hanya menambah kedekatan spiritual kepada Allah SWT, tetapi juga memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat yang beragam.

Acara selawat yang dipadukan dengan tausiyah dan doa bersama menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai ruang untuk memperdalam nilai religius sekaligus mempertebal solidaritas sosial. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga berfungsi sebagai sarana membangun karakter masyarakat yang rukun, damai, dan penuh toleransi.

Kehadiran pemuda, orang tua, hingga anak-anak dalam acara ini memperlihatkan bahwa selawat mampu menembus lintas generasi. Nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan sejak dini diharapkan akan memperkuat ikatan masyarakat di masa mendatang.

“Tradisi semacam ini harus terus kita hidupkan. Bukan hanya menjaga syiar Islam, tapi juga menjaga harmoni sosial agar Desa Tukum semakin kokoh dan penuh keberkahan,” tutup Cak Santo.

Gebyar Selawat Maulid Nabi di Desa Tukum menjadi bukti bahwa nilai religius dan sosial dapat berjalan seiring, menciptakan ruang kebersamaan yang memperkuat fondasi persatuan masyarakat. (KIM Tukum Mandiri/Andik)