KIM Jadi Motor Edukasi Kesehatan Desa Siaga di Lumajang
- Sep 03, 2025
- KIM Desa Tukum Mandiri
- Kesehatan
Tukum, KIM – Desa Siaga Aktif adalah inisiatif berbasis masyarakat yang bertujuan membangun desa sehat, aman, dan tangguh menghadapi berbagai risiko kesehatan. Program ini mendorong warga untuk proaktif menjaga kebersihan lingkungan, mencegah penyakit menular, dan meningkatkan kapasitas keluarga dalam urusan kesehatan.
Keberhasilan Desa Siaga Aktif sangat bergantung pada penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), yang menjadi fondasi agar desa benar-benar sehat secara nyata.
Dalam konteks ini, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) memainkan peran strategis. Ketua KIM Tukum Mandiri, Muhammad Luqman menegaskan, bahwa KIM hadir bukan sekadar menyebarkan informasi.
"Kami menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat, menjembatani komunikasi, dan mengedukasi warga dengan bahasa yang mudah dipahami. Tujuan kami adalah memastikan PHBS diterapkan secara konsisten,” tegas dia.
Rabu (3/9/2025), 25 KIM dari berbagai desa dan kelurahan se-Lumajang berkumpul di Ruang Pertemuan Pisang Berlin, Kantor Dinkes P2KB Lumajang, untuk menyamakan langkah dalam memperkuat Desa Siaga. Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk membangun literasi kesehatan desa, berbagi pengalaman, dan merumuskan gerakan kolektif yang berdampak langsung pada masyarakat.
KIM tidak hanya menyampaikan pesan kesehatan, tetapi juga menampung aspirasi warga. Dari dialog desa muncul program inovatif seperti, posyandu interaktif yang melibatkan ibu-ibu rumah tangga, kampanye kebersihan lingkungan, serta pendampingan pola makan sehat keluarga. Pendekatan ini memastikan PHBS bukan sekadar slogan, tetapi menjadi budaya hidup sehari-hari yang diterapkan seluruh warga.
Melalui media lokal, dan platform digital, KIM menjangkau semua lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, ibu rumah tangga, lansia, hingga kelompok rentan. Strategi komunikasi yang inklusif ini membuat setiap warga merasa memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan desa.
“Keberhasilan Desa Siaga tidak hanya ditentukan pemerintah, tetapi juga oleh konsistensi komunikasi, kesatuan aksi, dan partisipasi warga. KIM adalah motor penggeraknya,” tegas Luqman.
Dengan posisi strategis tersebut, KIM Tukum Mandiri menunjukkan bahwa Desa Siaga bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan sosial berbasis masyarakat. Desa yang sehat, mandiri, dan berdaya saing kini bukan sekadar impian.
Melalui PHBS dan keterlibatan aktif KIM, Lumajang melangkah kokoh menuju desa berkelanjutan, dengan warga sadar, sehat, dan sejahtera. (MC Kab. Lumajang/KIM Tukum Mandiri/Fu/An-m)