​​​​​​​Kades Tukum: Human Development Jadi Landasan Setiap Kebijakan Desa

  • Nov 11, 2025
  • KIM Desa Tukum Mandiri
  • Pemerintahan

Tukum, KIM – Kepala Desa Tukum, Susanto (Cak Santo), menegaskan bahwa penanganan stunting di desanya bukan sekadar kegiatan rutin atau seremonial, melainkan bagian dari agenda strategis pembangunan manusia. Program ini ditempatkan sebagai upaya penguatan keluarga sehat dan tercapainya gizi seimbang, sejalan dengan visi human development Desa Tukum.

“Stunting bukan hanya masalah angka, tetapi soal kualitas hidup anak dan keluarga. Oleh karena itu, program ini kami integrasikan ke dalam perencanaan pembangunan desa secara menyeluruh,” ujar Cak Santo saat kegiatan Monitoring dan Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Lumajang di Pendopo Mangundiharjo, Selasa (11/11/2025).

Menurut Cak Santo, tata kelola pemerintahan desa yang baik harus berorientasi pada hasil sosial jangka panjang. Setiap kebijakan, alokasi anggaran, dan program intervensi selalu dipertimbangkan dampaknya terhadap kualitas hidup warga.

“Ini praktik good village governance yang nyata: setiap program diarahkan untuk menciptakan manfaat sosial yang berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa komitmen ini juga melibatkan seluruh elemen desa, termasuk TP PKK, tenaga kesehatan, dan lembaga masyarakat. Pendekatan terpadu ini memastikan setiap intervensi stunting efektif dan berdampak langsung pada keluarga.

“Human development menjadi kerangka kerja kami. Dari keluarga sehat, anak tumbuh optimal, dan masyarakat desa pun lebih tangguh,” tambah Cak Santo.

Keberhasilan Desa Tukum dalam menurunkan angka stunting dari 9 balita pada 2024 menjadi 6 balita pada 2025, menurut Cak Santo, merupakan bukti bahwa perencanaan berbasis manusia dan tata kelola yang baik menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan praktik good village governance ini, Desa Tukum menegaskan bahwa pembangunan manusia menjadi inti strategi desa. Setiap program, termasuk penurunan stunting, diarahkan untuk menghasilkan perubahan sosial yang signifikan, berkelanjutan, dan berbasis keluarga sehat.

Pendekatan ini menegaskan bahwa kepemimpinan desa yang fokus pada human development bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kualitas hidup warganya, menjadi teladan bagi desa lain dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan berorientasi pada hasil. (KIM Tukum Mandiri/Luqman)