HUT PSM ke-50 Dimaknai dengan Gerakan Hijau Tanam Tabebuya di Desa Tukum
- Jul 06, 2025
- KIM Desa Tukum Mandiri
- Lingkungan Hidup
Tukum, KIM – Desa Tukum terus menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan. Dalam rangka memperingati HUT ke-50 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), warga bersama Karang Taruna Setya Bhakti menggelar aksi penanaman pohon bertajuk “Tanam Tabebuya, Lingkungan dan Oksigen Lestari” di Lapangan Munder, Sabtu (5/7/2025).
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang dan melibatkan berbagai komunitas serta organisasi masyarakat. Kepala Desa Tukum, Susanto (Cak Santo), menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh elemen yang terlibat dalam aksi pelestarian ruang terbuka hijau (RTH) tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar menanam pohon, melainkan juga menanam kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga keindahan dan keseimbangan lingkungan desa. Ia menilai keterlibatan banyak pihak, mulai dari Karang Taruna, DLH, TP PKK, KIM Tukum Mandiri, hingga komunitas penyandang disabilitas, menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan Tukum sebagai desa yang bersih, hijau, dan lestari.
Dalam kegiatan tersebut, selain menanam pohon Tabebuya, peserta juga melakukan aksi bersih sampah di area sekitar lapangan. Aksi ini merupakan wujud kepedulian generasi muda terhadap kebersihan dan estetika lingkungan publik.
Kepala Bidang Pemeliharaan Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Lumajang, Gunawan Eko, turut hadir dan menyampaikan apresiasi. Ia mengatakan bahwa semangat gotong royong seperti yang ditunjukkan warga Desa Tukum sangat dibutuhkan dalam pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Tak hanya diikuti oleh unsur pemerintah dan pemuda desa, kegiatan ini juga melibatkan sejumlah organisasi disabilitas yang ada di Lumajang, seperti Paguyuban Disabilitas Lumajang (PDL), Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Persatuan Tuna Netra Indonesia (PERTUNI), Difabel Motorcycle Indonesia (DMI), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), serta Nasional Paralympic Committee Lumajang (NPCL). Kebersamaan mereka menjadi simbol bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah gerakan inklusif yang bisa dilakukan oleh semua kalangan.
Cak Santo berharap semangat pelestarian ini dapat terus berlanjut dan menjadi gerakan rutin yang melibatkan seluruh komponen desa. Ia meyakini bahwa pembangunan lingkungan yang berkelanjutan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Desa Tukum tidak hanya memperingati momen penting PSM, tetapi juga meletakkan pondasi untuk masa depan yang lebih hijau dan sejuk. (KIM Tukum Mandiri/Tiyas)