HUT ke-80 RI: Delapan Titik Jalan Sehat di Desa Tukum Teguhkan Persatuan dari Akar Rumput

  • Aug 24, 2025
  • KIM Desa Tukum Mandiri
  • Ekonomi & Sosial

Tukum, KIM – Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Lumajang, Minggu (24/8/2025), menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan hidup dari desa. Ribuan warga dari seluruh kalangan serentak mengikuti Jalan Sehat di delapan titik lingkungan desa, memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.

Kepala Desa Tukum, Susanto atau akrab disapa Cak Santo, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar olahraga massal, melainkan cermin kekuatan sosial desa.

“Ketika ribuan orang berjalan bersama, kita sedang meneguhkan kembali bahwa persatuan adalah energi terbesar bangsa. Desa Tukum hari ini adalah miniatur Indonesia, yakni beragam, tapi tetap satu langkah,” ujarnya.

Cak Santo menyebut langkah serentak warga sebagai metafora perjalanan bangsa. Rute yang panjang hanya bisa ditempuh bila semua bergerak bersama, saling menguatkan, dan tak ada yang ditinggalkan. 

“Semangat inilah yang harus diwariskan ke generasi muda, bahwa kemerdekaan bukan sekadar perayaan, tapi tanggung jawab kolektif untuk saling menjaga,” tegasnya.

Nilai kesehatan juga menjadi sorotan. Pasca-pandemi, ribuan warga Tukum menjadikan jalan sehat sebagai bentuk kesadaran kolektif menjaga ketahanan tubuh dan solidaritas sosial. Menurut Cak Santo, kesehatan masyarakat adalah fondasi penting bagi ketahanan bangsa.

Suasana di delapan titik jalan sehat menggambarkan kebersamaan lintas generasi. Anak-anak yang bersorak riang, pemuda yang berlari penuh semangat, hingga orang tua dan lansia yang tetap melangkah dengan bangga, menunjukkan bahwa nasionalisme bisa diwariskan lewat pengalaman sederhana: berjalan bersama dalam semangat kemerdekaan.

Lebih jauh, jalan sehat serentak ini menegaskan peran strategis desa sebagai garda depan nasionalisme. Dari lorong-lorong desa, nilai gotong royong tetap hidup, menjadi penopang utama bagi persatuan Indonesia di tengah perubahan zaman.

“Indonesia akan kuat jika desa-desa kuat. Hari ini Desa Tukum memberi contoh bagaimana perayaan kemerdekaan bisa bermakna, bukan hanya meriah, tetapi meneguhkan persatuan, kesehatan, dan kebersamaan sebagai modal bangsa,” tutup Cak Santo. (KIM Tukum Mandiri/Tiyas)