Desa Tukum Tanamkan Nilai Karakter dan Nasionalisme Sejak Dini Lewat Sekolah Orang Tua Hebat
- Oct 28, 2025
- KIM Desa Tukum Mandiri
- Ekonomi & Sosial
Tukum, KIM – Pemerintah Desa Tukum, Kecamatan Tekung, terus memperkuat arah pembangunan manusia melalui program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH). Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas orang tua dalam pengasuhan anak, tetapi juga menjadi sarana penanaman nilai karakter dan nasionalisme sejak dini di lingkungan keluarga.
Kepala Desa Tukum, Susanto (Cak Santo), menjelaskan bahwa keluarga memiliki peran penting sebagai benteng pertama pembentukan karakter anak. Ia meyakini, pendidikan nilai dan semangat kebangsaan tidak cukup hanya diajarkan di sekolah, melainkan harus tumbuh dari keteladanan di rumah.
“Orang tua perlu menanamkan rasa cinta tanah air, empati, dan tanggung jawab sejak anak kecil. Dari rumah yang berkarakter akan lahir generasi yang tangguh dan mencintai bangsanya,” ujar Cak Santo dalam Launching Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di Pendopo Mangundiharjo, Desa Tukum, Senin (27/10/2025).
Dalam pembelajaran SOTH, peserta diajak mengenalkan nilai-nilai karakter dan nasionalisme kepada anak sejak usia dini. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.
Pendekatan ini menjadi bagian dari literasi pengasuhan yang dikembangkan Pemerintah Desa Tukum, bahwa membangun anak bukan hanya soal kecerdasan akademik, tetapi juga tentang menumbuhkan rasa memiliki terhadap bangsa, disiplin, dan sikap saling menghargai.
“Anak yang memiliki karakter kuat dan jiwa nasionalis akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, jujur, dan peduli pada sesama. Itulah cita-cita besar dari program SOTH ini,” tambahnya.
Nilai-nilai kebangsaan dalam SOTH disampaikan secara kontekstual dan menyenangkan, agar mudah dipahami oleh orang tua dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui permainan, dialog, dan refleksi, peserta belajar bagaimana menanamkan moral dan semangat kebersamaan tanpa menggurui.
Selain memperkuat nilai karakter, program ini juga mendorong sinergi antara sektor pendidikan, kesehatan, dan keagamaan. Puskesmas, KUA, dan pendamping keluarga dilibatkan untuk membantu orang tua dalam memahami keseimbangan antara nilai spiritual, emosional, dan sosial anak.
SOTH di Desa Tukum menjadi contoh bagaimana pendidikan keluarga dapat menjadi gerakan moral yang menumbuhkan kesadaran kebangsaan dari rumah. Dalam konteks pembangunan desa, hal ini menjadi bagian dari strategi membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berjiwa nasional.
“Kalau sejak kecil anak diajarkan mencintai bangsanya, menghormati sesama, dan berbuat baik, maka ke depan kita tidak hanya punya generasi pintar, tetapi juga berkarakter dan mencintai Indonesia,” pungkasnya. (KIM Tukum Mandiri/Gita)