Desa Tukum Integrasikan Program Pencegahan Stunting dalam Strategi Pembangunan Desa
- Dec 19, 2025
- Muhamad Khoirul Anam, S.E
Tukum, KIM – Desa Tukum menegaskan bahwa program pencegahan stunting bagi keluarga Pasangan Usia Subur (PUS) bukan sekadar bantuan sosial, tetapi bagian dari strategi pembangunan desa yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat, Jumat (19/12/2025).
Kepala Desa Tukum, Susanto atau Cak Santo, menjelaskan bahwa intervensi sosial seperti penyaluran paket sembako diselaraskan dengan program pembangunan lain.
“Program ini terintegrasi dengan upaya pemberdayaan ekonomi keluarga, peningkatan kapasitas kader kesehatan, dan inisiatif gizi lokal. Semua bertujuan untuk menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan pendekatan ini, Desa Tukum menekankan peran desa sebagai ujung tombak pembangunan sosial dan kesehatan masyarakat. Setiap keluarga penerima paket sembako tidak hanya memperoleh bantuan gizi, tetapi juga didampingi edukasi tentang pola makan sehat dan nutrisi seimbang.
“Dengan menyelaraskan bantuan sosial dengan strategi pembangunan desa, setiap program menjadi lebih efisien, transparan, dan berdampak jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Tekung, Savina Indri Furianti, bersama staf Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), memastikan setiap intervensi sosial berjalan sejalan dengan strategi pembangunan desa.
“Integrasi ini membuat program lebih efektif dan berkelanjutan. Keluarga menjadi bagian dari pembangunan manusia di desa,” jelas Savina.
Program ini menunjukkan bahwa pencegahan stunting dapat menjadi instrumen strategis desa dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Desa Tukum tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga membekali warga dengan kemampuan untuk menjaga kesehatan anak, sehingga dampak pembangunan terasa nyata. (KIM Tukum Mandiri/Wulan)