Cak Santo: Pembangunan Desa Harus Menyentuh Hati, Bukan Hanya Infrastruktur

  • Jul 21, 2025
  • KIM Desa Tukum Mandiri
  • Ekonomi & Sosial

Tukum, KIM - Kepala Desa Tukum, Susanto akrab disapa Cak Santo menegaskan bahwa pembangunan desa tidak boleh semata-mata diukur dari fisik bangunan dan layanan publik. Menurutnya, pembangunan sejati harus menyentuh sisi kemanusiaan, yakni bagaimana masyarakat saling merangkul, menguatkan, dan berbagi.

Hal ini ia sampaikan saat menghadiri kegiatan santunan anak yatim dan duafa yang digelar oleh PAC Muslimat NU Kecamatan Tekung, bertempat di Dusun Tukum Kidul, Minggu (20/7/2025).

“Kita terlalu sering bicara soal jalan, jembatan, kantor, dan program. Tapi jangan lupa, yang membuat desa ini hidup adalah rasa. Rasa peduli, rasa satu saudara. Santunan kepada yatim dan duafa seperti ini adalah bagian penting dari membangun karakter sosial desa,” ujar Cak Santo dalam sambutannya yang menyentuh.

Ia mengapresiasi PAC Muslimat NU yang telah menginisiasi kegiatan tersebut secara swadaya. Menurutnya, semangat gotong royong dan kepedulian adalah pondasi utama dalam menciptakan masyarakat desa yang kuat dan mandiri. Bantuan mungkin terlihat kecil, tetapi dampaknya besar bagi yang menerimanya.

Cak Santo berharap, kegiatan serupa bisa digerakkan secara berkala dan tidak hanya dilakukan di bulan Muharam. Ia membuka ruang bagi organisasi keagamaan, kepemudaan, dan masyarakat umum untuk berkolaborasi dalam program-program sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga.

“Pembangunan karakter sosial seperti ini harus kita jaga. Ini yang membuat desa tidak sekadar maju, tapi juga beradab dan berjiwa,” tambahnya.

Santunan diberikan kepada sejumlah anak yatim dan kaum duafa dalam bentuk paket kebutuhan pokok dan uang tunai. Wajah-wajah penuh haru dan senyum bahagia mewarnai suasana di rumah Ibu Kulsum, tempat kegiatan berlangsung. Momen ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak pernah sia-sia, sekecil apa pun.

Menutup sambutannya, Cak Santo mengajak seluruh warga untuk terus menghidupkan nilai-nilai kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita bisa bangun jalan dan gedung, tapi kalau hati kita tidak tergerak untuk membantu sesama, apa artinya kemajuan itu?” pungkasnya. (KIM Tukum Mandiri/Andik)