Budaya Siaga Masyarakat Desa Tukum: Mandiri, Aktif, dan Berkelanjutan
- Oct 21, 2025
- KIM Desa Tukum Mandiri
- Kesehatan
Tukum, KIM - Desa Tukum, Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang, menunjukkan pencapaian luar biasa sebagai Desa Siaga Aktif. Ketua Desa Siaga Aktif, Saiful, menegaskan bahwa desa ini tidak sekadar menjalankan program formal, melainkan telah mencapai tingkat mandiri, dengan implementasi nyata yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Penilaian Desa Siaga Aktif dilakukan berdasarkan delapan indikator strategis, antara lain: forum desa rutin setiap bulan untuk koordinasi program, posyandu yang aktif melayani masyarakat, minimal dua Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM), dan penerapan PHBS di minimal 70% rumah tangga.
“Indikator-indikator ini menjadi ukuran kesiapsiagaan, kesehatan, dan kesadaran kolektif warga dalam menjaga kualitas hidup,” kata Saiful dalam Rapat Koordinasi Pokja Nasional Desa Siaga Aktif di Pendopo Mangundiharjo Desa Tukum Kecamatan Tekung, Selasa (21/10/2025).
Keberhasilan Desa Tukum bukan hanya hasil program semata, tetapi karena kolaborasi multisektor yang solid, melibatkan TP PKK, Fatayat NU, Karang Taruna, dan kader kesehatan. Sinergi ini memastikan setiap program tidak hanya dijalankan, tetapi juga berkelanjutan dan langsung berdampak positif bagi masyarakat.
Saiful menekankan bahwa Desa Siaga Aktif adalah budaya, bukan sekadar status. “Kesadaran kolektif dan partisipasi aktif warga menjadi kunci. Dengan menjaga kesehatan, meningkatkan kesiapsiagaan, dan mengelola sumber daya desa secara mandiri, Desa Tukum menjadi benteng pertama dalam melindungi masyarakat dari risiko kesehatan dan bencana,” ujarnya.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa Desa Siaga Aktif dan mandiri bisa diwujudkan melalui komitmen, disiplin, dan kolaborasi nyata. Program Desa Siaga yang dijalankan dengan konsisten mampu meningkatkan kualitas hidup, memperkuat ketahanan sosial, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap kesehatan dan keselamatan bersama. (KIM Tukum Mandiri/Gita)