Bimtek Budidaya Cacing Dorong Kemandirian Ekonomi Ibu-ibu Desa
- Dec 16, 2025
- KIM Desa Tukum Mandiri
- Ekonomi & Sosial
Tukum, KIM – Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Cacing yang digelar di Pendopo Mangundiharjo Desa Tukum, Selasa (16/12/2025), menegaskan pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai inti kegiatan. Program ini dirancang untuk memberi ibu-ibu kader Posyandu kemampuan dan peluang memperoleh penghasilan mandiri, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada pendapatan suami.
Pembina Posyandu Desa Tukum, Ny. Hanik Susanto, menekankan bahwa budidaya cacing bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi.
“Ini adalah kesempatan nyata bagi ibu-ibu untuk mandiri. Dengan modal rendah dan risiko minimal, mereka bisa menjalankan usaha di pekarangan rumah dan menghasilkan produk yang bisa dikonsumsi sendiri atau dijual, bahkan berkembang menjadi usaha skala kecil hingga menengah,” ujarnya.
Materi Bimtek disampaikan oleh narasumber ahli, antara lain Dr.dr. Imannurdin Abdillah, M.Kes, Rino Natama Aji, S.P, dan Apt. Nur Hayati Mufarrihah, S.Farm. Peserta dibekali pemahaman lengkap mulai persiapan media, pemeliharaan cacing, teknik panen, hingga strategi pemasaran, sehingga ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan untuk menghasilkan pendapatan nyata.
Budidaya cacing dipandang sebagai usaha mikro strategis karena modal awal rendah, risiko minimal, dan dapat dilakukan di lahan rumah tangga. Program ini membuka peluang bagi perempuan untuk memulai usaha tanpa hambatan modal besar, sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Selain aspek ekonomi, kegiatan ini juga menumbuhkan sikap produktif dan kreatif. Perempuan yang sebelumnya hanya berperan domestik kini dilatih menjadi pelaku ekonomi aktif, berkontribusi langsung pada pendapatan keluarga, dan memperkuat posisi mereka dalam pengambilan keputusan rumah tangga.
Bimtek Budidaya Cacing di Desa Tukum menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan melalui usaha produktif skala rumah tangga bukan sekadar program pelatihan, tetapi fondasi penguatan ekonomi lokal yang berkelanjutan, mandiri, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (KIM Tukum Mandiri/Gita)