Alih Prioritas Pembangunan, Desa Tukum Dorong Kemandirian Ekonomi Desa
- Sep 20, 2025
- KIM Desa Tukum Mandiri
- Pemerintahan
Tukum, KIM – Kepala Desa Tukum, Susanto, atau akrab disapa Cak Santo, menegaskan fokus utama pembangunan desa kini diarahkan pada penguatan ekonomi lokal melalui penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
Pernyataan ini disampaikan saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk menetapkan Rencana Kerja Pemerintahan (RKP) Desa Tukum Tahun 2026 dan menyusun Daftar Usulan (DU) RKP Desa Tahun 2027, di Pendopo Mangundiharjo Desa Tukum, Jumat (19/9/2025).
Menurut Cak Santo, alih fokus dari pembangunan fisik ke penyertaan modal Bumdes adalah langkah strategis yang sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat.
“Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Musrenbangdes ini dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha lokal. Forum ini menjadi wadah partisipatif bagi warga untuk menyampaikan masukan terkait program yang akan dijalankan.
Penyertaan modal Bumdes diharapkan mendorong pengembangan usaha produktif warga, seperti sektor pertanian, perdagangan, dan layanan lokal, sehingga membuka peluang kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Cak Santo menegaskan bahwa pengalihan prioritas ini tidak mengabaikan pembangunan infrastruktur yang mendukung pelayanan publik. Sebaliknya, langkah ini mengintegrasikan pembangunan fisik dengan penguatan ekonomi, sehingga tercipta pembangunan desa yang lebih berkelanjutan.
Dalam penyusunan DU RKP Tahun 2027, setiap usulan diperiksa dengan cermat agar selaras dengan visi desa menjadi wilayah yang mandiri, sejahtera, dan partisipatif. Musrenbangdes menjadi forum kolaboratif di mana setiap masukan masyarakat menjadi energi bagi pembangunan yang inklusif dan bermanfaat.
Dengan fokus pada penyertaan modal Bumdes, Desa Tukum menegaskan arah pembangunan yang menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi warga, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan penguatan kapasitas desa untuk masa depan yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (KIM Tukum Mandiri/Luqman)