Aksi Kemanusiaan Bernuansa Hijau, Peserta SANORAH Terima Bibit Tanaman Pasca Donor Darah

  • Jul 05, 2025
  • KIM Desa Tukum Mandiri
  • Lingkungan Hidup

Tukum, KIM – Aksi kemanusiaan dalam kegiatan SANORAH (Sadar Donor Darah) di Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Lumajang, Jumat (4/7/2025), tak hanya berhasil mengumpulkan 45 kantong darah, tetapi juga menjadi wadah edukasi lingkungan hidup. Dalam kegiatan ini, 9 peserta terpilih mendapatkan souvenir berupa bibit tanaman jeruk purut, sebagai simbol keberlanjutan dan harapan hidup baru.

Inisiatif tersebut muncul dari semangat kolaborasi antara penggerak donor darah sukarela, Saiful, dan penggiat lingkungan Lumajang, Agus Priosantoso (Gus Pri) yang dikenal aktif dalam berbagai gerakan hijau berbasis komunitas.

“Donor darah itu menyelamatkan nyawa manusia. Tapi kalau bisa sekaligus menyelamatkan bumi lewat gerakan menanam, kenapa tidak?” ujar Saiful, tokoh masyarakat yang telah lama menggerakkan donor darah sukarela di wilayah Tekung dan sekitarnya.

Pemberian bibit tanaman seperti alpukat, mangga, dan kelor ini tidak hanya menjadi souvenir simbolik, tetapi juga bagian dari gerakan sadar lingkungan. Gus Pri, yang selama ini aktif mendampingi komunitas-komunitas hijau di Lumajang, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.

“Gerakan donor darah dan gerakan tanam pohon punya satu semangat yang sama: menjaga kehidupan. Kami ingin mengajak warga untuk menyelamatkan tidak hanya sesama, tapi juga masa depan,” tegas Gus Pri.

Kolaborasi Kemanusiaan dan Lingkungan

Kegiatan SANORAH ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-50 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Selain diikuti puluhan pendonor, acara ini juga didukung oleh berbagai elemen seperti PMI, Tagana, KIM, TKSK, FPDK, PSM, organisasi disabilitas, serta komunitas-komunitas sosial lainnya.

Kepala Desa Tukum, Cak Santo, turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas partisipasi warga serta semangat lintas sektor yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dengan tema “Satukan Asa, Tebarkan Kepedulian, dan Ciptakan Kebersamaan untuk Indonesia Emas 2045,” kegiatan ini menjadi bukti bahwa aksi sosial dapat dikemas secara kreatif, inspiratif, dan berdaya guna jangka panjang. (KIM Tukum Mandiri/Fu)