122 Keluarga PUS di Desa Tukum Terima Bantuan Gizi untuk Anak Sehat
- Dec 19, 2025
- KIM Desa Tukum Mandiri
- Kesehatan
Tukum, KIM – Desa Tukum menegaskan pencegahan stunting sebagai prioritas utama dalam pembangunan sosialnya. Jumat (19/12/2025), pemerintah desa menyalurkan paket sembako bagi keluarga Pasangan Usia Subur (PUS) yang berisiko stunting, dengan pendekatan preventif yang menekankan edukasi gizi sejak dini.
Kepala Desa Tukum, Susanto, atau Cak Santo, menekankan urgensi intervensi sejak masa kehamilan hingga anak usia dini. “Stunting bukan sekadar masalah berat badan. Kekurangan gizi dapat menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia di masa depan,” ujarnya.
Sebanyak 122 keluarga PUS di Desa Tukum menerima bantuan yang bersumber dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial dan Badan Pangan Nasional, dengan acuan data penerima dari DTSEN. Setiap paket berisi beras 5 kg, abon ayam 100 gram, biskuit 240 gram, dan minuman sereal 34 gram. Bantuan ini dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi dasar, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi keluarga penerima.
Pendampingan dilakukan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Tekung, Savina Indri Furianti, bersama staf Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). Mereka memberikan arahan praktis tentang pola makan sehat, nutrisi seimbang, dan cara keluarga dapat mencegah stunting secara aktif.
“Kami menekankan edukasi praktis agar setiap keluarga dapat menerapkan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Savina.
Cak Santo menegaskan, fokus pada pencegahan stunting adalah bagian dari strategi pembangunan desa yang berkelanjutan dan berbasis keluarga. Dengan menempatkan kesehatan anak sebagai prioritas, Desa Tukum mendorong keluarga untuk menjadi agen perubahan bagi pertumbuhan anak-anak mereka.
Para penerima manfaat menyambut baik program ini. Seorang ibu penerima paket mengatakan, “Bantuan ini membantu kebutuhan harian kami, tapi yang lebih penting adalah kami belajar bagaimana memberi gizi yang tepat untuk anak-anak kami.”
Dengan pendekatan preventif yang edukatif ini, Desa Tukum menunjukkan bahwa pencegahan stunting dapat diwujudkan melalui sinergi bantuan sosial, edukasi gizi, dan keterlibatan aktif keluarga. Program ini diharapkan menjadi model bagi desa lain di Lumajang dalam membangun generasi anak-anak yang sehat, cerdas, dan produktif. (KIM Tukum Mandiri/Gita)