UMM dan Desa Tukum Kaji Budidaya Terintegrasi sebagai Peluang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
- Jun 14, 2026
- KIM Tukum Mandiri
- Lingkungan Hidup
Tukum, KIM – Pemberdayaan masyarakat tidak selalu dimulai dari program berskala besar. Pemanfaatan potensi lokal yang dikelola secara tepat justru dapat membuka peluang usaha baru dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Peluang tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam kunjungan kerja tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ke Kantor Kepala Desa Tukum, Minggu (14/6/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari proses identifikasi potensi desa sebelum pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang direncanakan berlangsung pada pertengahan Juli 2026.
Dalam diskusi bersama pemerintah desa, tim akademisi mengkaji sejumlah peluang pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal, termasuk budidaya cacing dan budidaya ikan lele yang memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Kepala Desa Tukum, Susanto atau yang akrab disapa Cak Santo, mengatakan bahwa desa memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang bernilai ekonomi apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan.
"Yang terpenting adalah bagaimana potensi yang ada dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Jika dikembangkan dengan baik, budidaya yang memanfaatkan sumber daya lokal dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan produktif yang bernilai ekonomi," ujarnya.
Menurut Cak Santo, pengembangan usaha berbasis potensi lokal juga dapat menjadi sarana pembelajaran masyarakat untuk meningkatkan keterampilan, memperluas wawasan kewirausahaan, serta mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi.
Sementara itu, Dr. Ir. Asmah Hidayati, M.P., IPM, dosen Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menjelaskan bahwa setiap desa memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda sehingga perlu dilakukan identifikasi terlebih dahulu sebelum menentukan bentuk kegiatan yang paling sesuai.
"Kunjungan ini bertujuan untuk melihat potensi yang dimiliki desa sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Setiap program tentu harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setempat agar dapat berjalan secara optimal," jelasnya.
Menurutnya, budidaya yang memanfaatkan sumber daya lokal berpotensi menjadi salah satu alternatif kegiatan ekonomi masyarakat apabila didukung oleh pengetahuan, pendampingan, dan partisipasi masyarakat yang memadai.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa, berbagai potensi lokal yang dimiliki Desa Tukum diharapkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan. (KIM Tukum Mandiri/Wulan)