Takbir Keliling Tukum Perkuat Identitas Lokal di Tengah Perkembangan Zaman
- May 26, 2026
- KIM Tukum Mandiri
- Pendidikan, Nasionalisme
Tukum, KIM – Tradisi takbir keliling dalam menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di Desa Tukum tidak hanya menjadi sarana syiar keagamaan, tetapi juga berperan penting dalam menjaga dan memperkuat budaya serta kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Tukum, Selasa malam (26/5/2026), berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk delapan lembaga pendidikan dan keagamaan.
Bagi masyarakat Desa Tukum, takbir keliling merupakan tradisi yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya desa. Dari generasi ke generasi, tradisi tersebut terus dilestarikan sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus sarana mempererat hubungan antarmasyarakat.
Kepala Desa Tukum, Susanto atau yang akrab disapa Cak Santo, mengatakan bahwa takbir keliling memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar perayaan malam Iduladha. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi media pelestarian budaya yang mampu memperkuat identitas dan karakter masyarakat desa.
"Takbir keliling adalah tradisi yang diwariskan oleh para pendahulu dan terus dijaga hingga saat ini. Selain sebagai syiar Islam, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kearifan lokal yang mempererat kebersamaan warga serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya yang ada di desa," ujarnya.
Ia menjelaskan, proses persiapan hingga pelaksanaan takbir keliling melibatkan banyak pihak yang bekerja sama secara sukarela. Semangat gotong royong tersebut mencerminkan nilai-nilai sosial yang masih kuat dan menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan lintas generasi. Anak-anak, remaja, hingga orang tua terlibat dalam suasana yang sama, sehingga terjadi proses pewarisan nilai budaya secara alami. Generasi muda tidak hanya mengenal tradisi melalui cerita, tetapi juga mengalami dan menjalankannya secara langsung bersama masyarakat.
Selain memperkuat identitas lokal, takbir keliling turut menumbuhkan budaya saling menghormati, menjaga ketertiban, dan membangun kekompakan antarwarga. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan penuh kebersamaan.
Melalui pelaksanaan takbir keliling Iduladha 1447 H, masyarakat Desa Tukum menunjukkan komitmennya dalam menjaga tradisi yang sarat nilai budaya dan sosial. Di tengah perkembangan zaman, tradisi tersebut tetap relevan sebagai sarana memperkuat gotong royong, mempererat hubungan antargenerasi, serta melestarikan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat desa. (KIM Tukum Mandiri/Fu)