Program Desa Bebas Sampah Diharapkan Perkuat Budaya Peduli Lingkungan di Tukum
- Jun 14, 2026
- KIM Tukum Mandiri
- Lingkungan Hidup
Tukum, KIM – Membangun lingkungan yang bersih dan sehat tidak cukup hanya dengan menyediakan sarana pendukung. Perubahan perilaku dan tumbuhnya kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.
Nilai tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan kerja tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ke Kantor Kepala Desa Tukum, Minggu (14/6/2026), yang dilakukan dalam rangka identifikasi potensi dan kebutuhan masyarakat menjelang pelaksanaan program pengabdian masyarakat.
Selain membahas konsep pengelolaan sampah organik, kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk menggali berbagai peluang edukasi lingkungan yang dapat dikembangkan bersama masyarakat Desa Tukum.
Kepala Desa Tukum, Susanto atau yang akrab disapa Cak Santo, mengatakan bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan sangat ditentukan oleh kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
"Lingkungan yang bersih tidak bisa diwujudkan hanya oleh pemerintah atau kelompok tertentu. Dibutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh masyarakat agar budaya peduli lingkungan dapat tumbuh dan berkembang," ujarnya.
Menurut Cak Santo, program yang sedang dipersiapkan diharapkan tidak hanya menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan sejak dari rumah tangga.
Sementara itu, Dr. Ir. Asmah Hidayati, M.P., IPM, menjelaskan bahwa edukasi lingkungan merupakan bagian penting dalam setiap upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
"Perubahan perilaku menjadi faktor kunci dalam pengelolaan lingkungan. Karena itu, selain aspek teknis, kami juga mendorong adanya proses edukasi yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan," jelasnya.
Ia berharap pendekatan edukatif yang dikembangkan nantinya mampu mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam mengurangi, memilah, dan memanfaatkan sampah sesuai potensi yang dimiliki.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, program yang sedang dipersiapkan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat budaya peduli lingkungan sekaligus mendukung terwujudnya Desa Tukum yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (KIM Tukum Mandiri/Tiyas)